Laman

Saturday, July 30, 2022

Ikhtiar Pamungkas Mendapatkan Buah Hati Setelah 11 Tahun Penantian

Sepuluh tahun sudah 
Kita berumah tangga
Tapi belum juga
Mendapatkan putra 

Jangan kau sedih, jangan berduka 
Mohon pada-Nya dalam berdoa 

"Mandul-Rhoma Irama feat Elvy Sukaesih" 

Agaknya lagu ini menjadi soundtrack keluarga kami setidaknya sampai Mei 2022. Alhamdulillahirabbil'alamin, Puji syukur kepada Allah SWT, Allah kurniakan kami seorang putra, tepat di 11 tahun pernikahan kami. 
 
Tanggal 21 September 2021 saya dinyatakan positif hamil berdasarkan hasil tes darah. Kabar berita kehamilan saya menyebar di kalangan terbatas keluarga dan kawan-kawan dekat, sengaja saya tidak pernah sekalipun memposting di social media saat hamil untuk kenyamanan saya.

Beberapa kerabat bertanya ikhtiar apa yang dilakukan sehingga bisa hamil setelah hampir 11 tahun menikah? pertanyaan yang wajar dan biasanya saya cuma menjawab program dokter tanpa menjelaskan detail. Ada pula teman circle terdekat bertanya, saya tahu dia pun pejuang garis dua, saya pun bercerita panjang lebar sesuai harapan dia, saya menjawab semua pertanyaan detailnya.

Pada tulisan ini saya mencoba menjabarkan detail program dokter yang saya lakukan. Tampaknya akan menjadi cerita yang cukup panjang. Supaya gampang dan agak runut cerita ini akan dibuat semacam QnA. Semoga bisa bermanfaat untuk pejuang garis dua.

Q: Pertanyaan terbanyak adalah ikhtiar atau usaha apa yang dilakukan sehingga akhirnya bisa hamil?
A: In Vitro Fertilization (IVF) atau banyak disebut sebagai bayi tabung.

Q: Sebelum memutuskan untuk IVF apakah sudah pernah melakukan program hamil yang lain?
A: Sedikit flashback kami mulai program kehamilan sejak usia pernikahan memasuki usia 2 tahun. Kami sudah dua kali menjalani inseminasi dan jangan ditanya berapa kali program kehamilan dengan konsumsi obat hormonal saya lakukan. Berhasil? Tidak satupun, saya tidak pernah hamil satu kali pun saat menjalani program kehamilan ini. Selain jalur medis beberapa kali kami juga melakukan jalur nonmedis sesuai saran keluarga juga kolega seperti pijat kaki, pijat perut (ini katanya sih berbahaya, tidak direkomendasikan) dan konsumsi suplemen-suplemen dari yang drugstore sampai dengan suplemen produk MLM hehe.

Q: Bagaimana profil kesehatan suami istri?aman kah?
A: Alhamdulillah suami normal. Alhamdulillah istri juga normal dengan kondisi sel telur kecil-kecil, saya katakan normal karena saat di stimulasi hormonal sel telur saya selalu bisa berkembang menjadi besar dan dokter tidak pernah memvonis saya seperti PCOS atau yang lain. Mungkin agak terkesan denial ya, tapi anggaplah ini usaha saya untuk positif thinking tentunya dengan awareness hehe. Usia saya saat memulai program adalah 36 tahun dan suami 35 tahun.

Q: Why IVF?
A: Saya dan suami sepakat untuk bisa ikhtiar ke jenjang yang lebih serius, kayak hubungan percintaan aja ya hahahaa. Mungkin ini ikhtiar pamungkas secara fisik yang belum pernah kami lakukan dan akhirnya kami mantapkan hati untuk melakukan ikhtiar ini pada awal tahun 2021. Sebetulnya kami sudah berniat melakukan IVF ini saat usia saya 35 tahun yakni pada tahun 2020 namun tertunda akibat covid. Karena covid tak kunjung tampak ujungnya akhirnya 2021 kami mulai program. Program saat pandemi tentu menambah biaya yaitu tes swab baik PCR maupun antigen yang diperlukan saat tindakan maupun kontrol dokter.

Q: Apa Provider IVF-nya? dengan dokter siapa?
A:  Saya program di Morula IVF Surabaya yang terletak di lantai 5 National Hospital Surabaya. Program dg dokter Ben, saat itu ada 3 pilihan dokter, saya pilih dokter yang paling muda berharap supaya lebih enak komunikasinya, ini murni preference masing-masing ya.

Q: Why Morula?
A: Simply karena jaraknya yang dekat dengan rumah dengan harapan untuk mengurangi stres di perjalanan. Pengalaman saya mengikuti program-program kehamilan sebelumnya saya tahu bahwa perlu intensif dan bahkan akan sering bolak-balik ke klinik atau rumah sakit tempat dimana kita program. Ada pengalaman yang agak membuat kapok juga saat program selain tempatnya jauh dari rumah ternyata antrinya bisa sampai larut malam. Saya ingat waktu itu suami sudah tidur bershift-shift alias udah bolak balik tidur dan bangun tapi kami belum kunjung dipanggil masuk ruang konsul, capek sih waktu itu, hehehe. Di Morula janji dengan dokter biasanya diberikan perkiraan waktu kita masuk ke ruang praktek dokter. Biasanya jam ini cukup tepat waktu, plus minus 10-20 menit. Pernah kami telat sampai di Morula karena perkiraan waktu perjalanan terlalu mepet dengan jadwal, eh taunya dijalan macet hehehe.

[nyaman] Daftar konsul Morula via whatsapp, diberikan estimasi waktu masuk ruang praktek


Beberapa foto saat menunggu antrian dokter di Morula Surabaya


Selain itu kami pilih tempat yang memang khusus untuk program hamil. Pengalaman program sebelumnya ke klinik dokter kandungan "umum" sehingga antrian jadi satu dengan ibu-ibu hamil yang beberapa perutnya sudah besar, ini cukup membuat saya tertekan dan ada rasa baper juga hehehe, maklumin ya ibu-ibu belum pernah hamil kadang ada sensi-nya. Di Morula paling tidak saya merasakan bahwa kami pasien yang ada disana adalah "senasib", terkadang kami saling ngobrol juga untuk menambah khasanah ilmu dg menjalani program. Banyak juga yang datang dari luar pulau sehingga harus stay cukup lama di Surabaya sampai harus mencari kontrakan. Jika disini ada ibu hamil yang terlihat di ruang tunggu, biasanya adalah ibu hamil hasil program di Morula. 
Apakah juga karena tingkat keberhasilan bayi tabung di Morulan cukup tinggi? Jujurly, saat itu saya tidak me-riset sampai sejauh itu tapi belakangan saya memang sering mendengar tentang Morula ini, terutama saat Zaskia Sungkar hamil hehehe.

Q: Bagaimana proses IVF bayi tabung?
A: Ada 2 tindakan utama pada program ini yakni Ovum Pick Up (OPU) dan Embrio Transfer (ET) maupun Frozen embrio transfer (FET)

Kalender awal program

  1. Ovum Pick Up (OPU), pengambilan sel telur
    Kami datang ke Morula IVF Surabaya pada tanggal 19 Januari 2021 saat haid hari ketiga dan saya langsung diminta tes darah untuk mengetahui beberapa parameter. Hasil tes darah lengkap banget seperti hemoglobin, leukosit, kadar gula, hepatitis, HIV, toxoplasma, rubella, LH, FSH, Estradiol, progesteron dan AMH (Anti Mulerien Hormon). Kalau tidak salah parameter terakhir dilihat untuk menentukan resep injeksi yang cocok untuk saya, hasil AMH saya saat itu adalah 7,46. Kriteria pemeriksaan cadangan ovarium (Sesuai konsesus Penanganan Infertilitas 2013) hasil saya ini tergolong Hiper - responder : AMH > 4,6 ng/mL. Arti nilai AMH ini mencerminkan cadangan sel telur dalam ovarium. Nilai ini alhamdulillah baik. 

    Dengan hasil tes darah seperti ini saya diberikan resep untuk injeksi Gonal-F 300 iu selama 4 hari. Dosis ini harus ditambah 4 hari, total 8 hari, karena hasil tes darah saat hari ke-4 menunjukkan nilai estradiol yang kurang sesuai dengan harapan, saya pikir mungkin ini karena usia saya sudah agak senior ya hehehe. Oh iya perhari satu kali suntikan pada jam yang harus sama setiap hari nya, kalau bisa sharp, tidak boleh skip karena sayang obatnya mahal dan nanti programnya tidak sesuai planSaya pasang alarm berlapis untuk mengingatkan suntik Gonal-F ini pada jam 19:00 setiap harinya. Hari pertama suntik dibantu suster dan diajarkan suntik mandiri dirumah untuk hari berikutnya dengan pak suami. Tenang aja pak suami diajarin dulu cara suntiknya kok, bisa divideo untuk dilihat lagi dirumah. Alhamdulillah semua dosisi Gonal-F 300 iu sukses disuntikkan pada tanggal 19-26 Januari 2021 pada jam yang disarankan. Biaya obat persiapa OPU 29 jutaan, semakin banyak hari biaya ini akan semakin besar huhuhu.

    suntikan Gonal F 300 iu harus disimpan di kulkas

    Paralel suami menjalani tes analisa sperma pada tanggal 20 Januari 2021, alhamdulilah hasilnya baik. Biaya analisa sperma 450 ribu

    Tanggal 27 Januari 2021 kontrol dokter dan diminta tes darah mengecek kadar estradiol dan progresteron. Alhamdulillah hasilnya baik, estradiol saya nilainya lebih dari 5000 sehingga saya bisa menjalani proses selanjutnya yaitu Ovum Pick Up OPU. Persiapan OPU dimulai sebagai berikut:
      • 28 Januari 2021 suntik trigger/ pemecah telur suprefact 0,3 cc jam 20:15 ONTIME
      • 29 Januari 2021 tidak ada suntikan
      • 30 Januari 2021 puasa tidak makan minum mulai 00:00 (sebelum tidur malam), puasa minimal 8 jam sebelum OPU
      • 30 Januari 2021 datang ke Morula IVF Surabaya untuk melakukan OPU jam 07:00 ONTIME dalam keadaan puasa, tidak pakai parfum, make-up, body lotion, perhiasan dan datang bersama suami. Suami diambil sperma pada hari ini sebagai sperma yang akan digunakan saat proses bertemunya dengan sel telur.

        Hari-H OPU 30 Januari 2021

        Oh iya saat kami menjalani program ini hanya kami berdua yang tahu detail proses serta orang tua saya yang selalu saya kabari. Harapannya dengan memberi kabar bapak ibu kami bisa dibantu boost doa supaya program ini berhasil. Selain bapak dan ibu saya juga menginfokan proses program hamil saya kepada atasan di kantor. Oh iya, share ke atasan dikantor menurut saya penting banget supaya bisa dimaklumi saat harus ijin cuti untuk tindakan tertentu hehehe. Selebihnya tidak ada orang yang tahu.  

        Proses OPU alhamdulillah berlangsung cukup cepat dan lancar. Pada proses ini saya "ditidurkan" sehingga tidak tahu prosesnya seperti apa tahu-tahu saya sudah ada dikasur diluar ruang tindakan.

        Hasil OPU diperoleh 14 sel telur yang siap dibuahi dengan sel sperma suami di laboratorium dengan dibantu oleh embriologist. Pada hari ke-3 setelah OPU kami dikabari bahwa dari sel telur yang saya punya didapat beberapa embrio, saya lupa berapa. Namun atas saran dokter perkembangan embrio ditunggu sampai dengan hari ke-5 (D5). Dihasilkan 3 embrio dengan status 1 Exellent, 2 Good, alhamdulillah. Oh iya pada hari ke-3 kami ke lab untuk dijelaskan oleh embriologist mengenai perkembangan embrio, sungguh luar biasa ajaib, Allahuakbar. 

        Biaya OPU 36 juta

  2. Frozen Embrio Transfer (FET)
    Embrio yang kami punya harus di bekukan (freezing) selama masa persiapan rahim. Kalau proses OPU adalah persiapan bibit yang akan ditanam, rahim adalah persiapan tanahnya. Keduanya harus dipastikan baik, bibit yang baik bertemu dengan tanah yang baik/ subur. Salah satu ciri rahim yang subur adalah rahim memiliki ketebalan tertentu, lupa berapanya, dan terdapat triple line, tiga garis di rahim yang bisa kita lihat saat USG trans v. 
    FET dilakukan setelah 2 kali masa haid, setelah saya OPU Januari tidak bisa langsung FET di siklus haid berikutnya. Suplemen seperti asam folat masih tetap dikonsumsi sebelum akhirnya bisa melakukan FET.
    Hingga bulan April 2021 saya datang kembali ke Morula untuk melanjutkan program. Saya diberikan resep obat untuk diminum yaitu progynova 2x1. Pada waktu yang ditentukan untuk kontrol melihat kondisi rahim ternyata rahim belum siap pada siklus ini sehingga menunggu siklus haid berikutnya. Siklus berikutnya pun sama rahim saya belum siap sehingga program bulan ini masih harus di-drop, menunggu sampai menstruasi mendatang untuk program selanjutnya.

    Singkat cerita Agustus 2021 saya diberikan resep injeksi untuk rahim dan obat minum. Obat minum yakni tamofen 2x1, progynova 1x1, asam folat, vitamin D, vitamin E dan obat injeksi Meno 150 selama 3 hari. Pada hari ke 11 siklus haid dilakukan evaluasi dari obat yang diresepkan sebelumnya dan mendapat resep tambahan. Resep tambahan berupa obat minum dan obat yg harus dimasukkan via vagina yakni utrogestan hingga menjelang tindakan Frozen Embrio Transfer (FET).

  3.  
    Hari-H FET 10 September 2021 09:00

    Berbeda dengan OPU yg dilakukan dengan kondisi saya "ditidurkan", FET ini dilakukan dengan posisi saya sadar penuh. Dengan persiapan yaitu diharuskan banyak minum supaya saat FET rahim bisa terlihat jelas saat di USG. Sebelumnya telah dilakukan "pencairan" embrio yang sebelumnya di freezing. Hasil dari proses ini dijelaskan oleh embriologyst sebelum proses FET. Alhamdulillah 2 embrio saya yang di rencanakan untuk ditanam di rahim dalam kondisi baik setelah dicairkan sehingga siap di transfer kedalam rahim. Seperti biasa pasien tidak boleh memakai parfum, bodylotion dan make up. Oh iya ini dapat posisi kantung kemih penuh ya, jd nahan pipis sampai proses selesai.

    Proses FET sendiri berlangsung cukup singkat. Sebelum dokter memulai memasukkan embrio ke rahim terlebih dulu dilakukan croscek terkait data pasien dengan embriologyst yang mempersiapkan embrio. Dokter menjelaskan bahwa nanti di layar USG akan tampak semacam selang dari arah kanan layar, itu adalah alat untuk memasukkan embrio. Benar saja saya bisa melihatnya dan saat embrio telah ditanam di rahim, terlihat semacam selang tapi kalau embrionya memang tidak tampak jelas. Embrio ditanam disekitar triple line rahim, seingat saya begitu. 

    Setelah proses selesai saya tidak dapat menahan emosi, terharu dan dalam hati berharap atas restu Allah semua proses ini berhasil baik. Dokter Ben yang mungkin sudah terbiasa dengan kondisi semacam ini langsung menghampiri saya, memegang erat tangan saya, menguatkan saya dan  mengingatkan untuk tak lupa berdoa, ah tambah nangis saya dok. Momen ini salah satu yang paling saya ingat, saya merasa dokter benar-benar hadir dan dekat dengan saya, terima kasih banyak dokter. Keluar dari ruang tidakan saya dipindah diruang tunggu dengan posisi tidur dengan kaki diangkat. Karena belum boleh turun dari kasur saya yang kebelet pipis banget ini diberikan pispot untuk pipis diatas kasur. Beberapa saat kemudian saya diperbolehkan pulang. Pulang dengan penuh harap dua minggu kedepan akan ada kabar baik untuk kami semua.

               Biaya Freezing Embrio 3,6 juta 
               Biaya tindakan FET 23juta, obat-obatan setelah FET 9 juta 

  4. Two weeks wait
    Dua minggu, masa penantian setelah FET, bismillah kencengin doa.

Q: Apakah setelah 2 tindakan utama yaitu OPU dan FET harus menginap di Rumah Sakit?
A: Tidak, tindakan saat IVF bisa langsung pulang tidak perlu menginap.

Q: Apakah harus bedrest total setelah FET? Apa yang dilakukan saat menunggu dua minggu seteleh FET? 
A: Alhamdulillah setelah proses FET saya jalani kantor sedang menerapkan Work From Home (WFH) sehingga saya tidak perlu cuti kantor, hanya saja ijin ke atasan. Saya tidak bedrest, hanya saja saya betul-betul tidak keluar rumah namun tetap beraktifitas biasa di rumah seperti memasak dan beres-beres rumah ringan. Dokter memang tidak saklek menyarankan bedrest, ini pada kondisi saya ya karena kemungkinan kondisi masing-masing orang berbeda. Bahkan bekerja pun masih oke saja asal tidak kerja berat, kalau hanya kantoran sebetulnya masih boleh. 
Hal lain yang tidak boleh lupa adalah obat-obatan yang masih harus dikonsumsi seperti progynova dan utrogestan via vagina tepat pada jam yang telah ditentukan. Vitamin-vitamin juga tetap dikonsumsi hingga hamil. Saya disarankan untuk sholat dengan posisi duduk sejak selesai FET hingga hamil.
Yang terpenting dan utama adalah ketenangan hati, ini bisa saya dapat dengan lebih banyak beribadah dan berdoa untuk diberikan hasil terbaik dari semua ikhtiar yang telah dijalani. 

Q: Apa yang dilakukan setelah 2 weeks wait FET?
A: Tes darah untuk melihat kadar hormon Beta - HCG/ BHCG yang nilainya akan menunjukkan apakah hamil atau tidak. Saat itu saya melakukan tes ini di laboratorium Pramita dengan hasil tes yang langsung dikirim ke dokter Ben. Sesungguhnya kepingin banget tespack tapi takut karena pengalam tespack sekian kali garis 1 dan rasa patah hatinya ndak enak. Jadi dengan sabar saya menunggu hasil tes darah saja. Tanggal 21 September 2021 waktu magrib ada telpon masuk dari dokter Ben mengabarkan hasil tes darah yang menunjukkan hamil. Meskipun masih harus dipahami bahwa kondisi hamil ada pula yang diluar kandungan dll, ini membuat saya tidak over happy karena masih ada kekhawatiran hingga dipastikan kehamilan normal dan berkembang baik. Cerita kehamilan dan kelahiran kemungkin akan saya tulis disini di lain kesempatan hehehe.
alhamdulillah akhirnya tespack dan garis 2


Q: Bagaimana managemen stres?
A: Selama keseluruhan proses ini berlangsung tentu ada bayangan keberhasilan akan program dan sebaliknya. Beberapa cerita yang saya tahu beberapa kolega yang telah melalui proses yang sama namun harus gagal beberapa kali. Jadi kalau dibilang apakah stres saat menjalankan program ini, tentunya stres itu ada banget. Namun saya berusaha sekuatnya menanamkan pada pikiran bahwa apapun yang terjadi dimuka bumi ini adalah kehendak-Nya. Semua adalah yang terbaik darinya, kita hanya wajib menjalani, meyakini dan menerima dengan lapang dada.

Q: Jadi apa saja yang perlu dipersiapkan jika ingin melakukan program IVF?
A: Menurut saya yang pertama adalah NIAT. Niat yang baik dan kuat akan menemukan jalannya hehehe. Riset tentu sangat diperlukan, silahkan pilih provider senyamannya. Biaya? pastinya harus sudah dipersiapkan. Yang tak kalah penting adalah persiapkan mental. Saya sempat kena mental saat tahu sebegitu banyak obat yang harus saya konsumsi dan juga diinjeksi, cukup stres saat itu liat obat-obatan, fyuh. Kencengin do'a, minta sama Allah, berserah sama Allah, kembali lagi kepada Allah. Ini penting untuk menjaga kewarasan selama program.

Q: Berapa lama proses IVF bayi tabung?
A: Jawabannya tergantung dari kondisi masing-masing pasangan. Kebetulan dalam proses yang saya jalani perlu waktu yang cukup lama karena harus beberapa kali siklus haid mempersiapkan rahim hingga siap untuk FET.

Q: Berapa biaya total IVF di Morula Surabaya? apakah harus dibayar sekaligus atau per tindakan?
A: Beberapa biaya sudah saya cantumkan diatas, biaya-biaya tersebut dibayarkan per tindakan. Sejujurnya masih banyak biaya yang tidak tercantum diatas seperti biaya konsul dokter, tebus resep vitamin atau obat, tes lab termasuk PCR dan antigen yang beberapa kali itu hehe. Sebagai informasi per kedatangan konsultasi di Morula biaya konsultasi dokter adalah 500 ribu sedangkan biaya USG adalah 150 ribu. Biaya konsultasi dokter akan berbeda harga di hari minggu, kok tahu? iya, saya pernah konsul hari minggu karena memang harus hari itu, biaya konsultasi dokter 600 ribu, mungkin dihitung dokter lembur ya. Oh iya biaya IVF ini akan berbeda setiap pasangan bergantung treatment yang dijalani terutama untuk resep obat-obatan. Terkadang ada beberapa promo dari Morula seperti voucher free konsul dokter atau potongan harga saat tindakan, sering-sering pantengin social media Morula kalau memang ada rencana akan program disini.  

contoh nota print biaya konsultasi Morula Surabaya 

Q: Umur 36 tahun memulai bayi tabung apakah telat?
A: Kalau menurut saya jika ada kesempatan dan kemampuan program IVF bayi tabung ini lebih baik dimulai saat usia lebih muda. Kenapa? untuk menghemat biaya obat-obat an hehehe. Meskipun kondisi setiap orang akan berbeda-beda namun usia tentu berpengaruh pada program ini. Selain itu kehamilan di usia muda tentunya akan lebih baik 

Sudah cukup panjang tulisan ini, lain kali kita sambung lagi yee