Wednesday, October 12, 2011

Gelombang Gempa Nusa Dua Bali sampai Surabaya

13 Oktober 2011, Kantor Telkom Gubeng, Mejaku
Jam 10:20 WIB, saya baru saja memasang headphone untuk mendengarkan music. Lagu Rindu Agnes Monica on going, baru setengah track saya merasa pusing, bergoyang-goyang. Dalam hati saya bertanya kenapa kok tiba-tiba pusing dan terasa bergoyang-goyang ya? Saya lepas headphone dan mulai merasakan dengan benar karena dalam hati sudah berpikir mungkin ini gempa. Dan benar, gempa! Saya langsung berdiri sambil bilang "gempa gempa", maksutnya ingin mencari pembenaran atas apa yang saya rasakan karena rekan yang lain kok adem ayem. Sambil berdiri saya masih terus merasakan gempa sambil berjalan menuju pintu keluar kantor menuju tangga. Barulah rekan yang lain mulai merasakan hal yang sama dan beberapa juga akhirnya ikut turun, saya kebetulan di lantai 3 gedung kantor. Ditanggapun saya masih sempat berhenti dan merasakan gempa apakah sudah berhenti, ternyata masih dan sayapun langsung turun menuju lantai dasar. Beberapa saat setelah kami keluar, disusul rekan dari lantai 5 yang juga ikut keluar.

Allahuakbar!

Ternyata memang benar. Informasi yang dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa berkekuatan 6,8 SR terjadi sekitar pukul 10.16 WIB di Nusa Dua, Bali, Kamis 13 Oktober 2011. Episentrum gempa diketahui berada di lokasi 9.89 Lintang Selatan dan 114.53 Bujur Timur. Pusat gempa berada pada jarak 143 kilometer arah Barat Daya, Nusa Dua, Bali.

Rekan kantor yang sedang di Bali tampaknya lebih merasakan dampak gempa ini. Teman saya, mbak Dwi, bilang guncangannya terasa banget sampai rasanya dikocok-kocok waktu didalam mobil. Demikian juga si bos yang sedang menunggu di bandara Ngurah Rai merasakan hal yang sama. Milis sms kantor juga menginformasikan hal yang sama, rekan Bali, Mataram bahkan Malang merasakan gempa.

Allahuakbar, Subhanallah, Astagfirullah..

Ya Allah betapa kecilnya kami, gempa yang bagi-Mu sangat kecil ini berdampak sangat besar disini, kepanikan, kebingungan, ketakutan, bahkan kerusakan. Kalau Engkau sudah berkehendak gempa yang lebih hebat bisa saja terjadi.
Oh Allah, wahai Sang Maha Pengasih, ampuni kami, ampuni kami,,,

No comments:

Post a Comment

Silahkan meninggalkan komentar dengan menyertakan nama jelas atau link agar kita bisa saling silaturahim. Komentar tanpa nama alias anonymous tidak akan ditayangkan diblog ini.
Terima kasih telah berkunjung